Psikologi Kepribadian

BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
Psikologi Kepribadian merupakan Cabang Ilmu Pengetahuan dari Ilmu Psikologi. Sebenarnya ilmu ini telah lama dipergunakan hanya saja dalam pemberian nama saja yang berbeda. Istilah yang digunakan itu misalnya Ilmu Watak, Teori Kepribadian, Typologie, dll.
Dalam psikologi kepribadian, ada beberapa teori yang menyatakan tentang kepribadian manusia. Salah satunya yaitu pendapat yang dirumuskan oleh Hippocrates dan Galenus.
Atas dasar penulis ingin membuktikan pendapat Hipocrates-Galenus itu benar ada dalam setiap individu manusia dalam kesempatan ini penulis memaparkan hasil observasinya. Dengan harapan dapat membekali pengetahuan keterampilan menilai tipe kepribadian kepada para pembaca.

B. Rumusan Masalah
Pada bagian ini penulis merumuskan masalah berdasarkan observasi yang dilakukan. Penyusunan rumusan masalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan ruang lingkup masalah, pembatasan dimensi dan analisis variabeI. Hal ini penting agar masalah yang diteliti tidak terlalu luas, sehingga tingkat kepekaan dan kedalaman analisisnya cenderung lebih baik.
Adapun susunan rumusan masalah adalah :
1.Bagaimana kepribadian yang dimiliki oleh ke empat observant?
2.Termasuk yang manakah ke empat observant tersebut jika tipe kepribadian mereka dimasukkan dalam teori Hippocrates-Galenus?

C. Tujuan Observasi
Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah diatas, maka tujuan yang diharapkan dari observasi ini adalah :
1.Untuk mengetahui tipe kepribadian yang dimiliki oleh setiap individu yang diteliti.
2.Untuk mengetahui perbedaan kepribadian yang dimiliki oleh setiap individu menurut teori Hippocrates-Galenus.

D. Hipotesis
Hipotesis merupakan tindakan yang diduga akan dapat memecahkan masalah yang diteliti, hipotesis dapat disusun berdasarkan kajian teoritik Psikologi Kepribadian. Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan observasi, maka hipotesis tindakan dari observasi ini dapat disusun sebagai berikut : "Bahwa Tipe Kepribadian yang dimiliki oleh setiap individu ada empat macamnya, yaitu Kholeris, Melankolis, Phlegmatis, Sanguinis."

E. Kegunaan Observasi
Hasil dari observasi ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang karakteristik sifat dari watak setiap individu. Sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

F. Ruang Lingkup dan Keterbatasan
1 . Ruang lingkup
Dalam observasi ini penulis mengambil sasaran kelas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo. Sebanyak 4 orang sebagai subyek observasi, dengan alasan keempat subyek ini mempunyai empat sifat yang berbeda.
2. Keterbatasan
Ada beberapa keterbatasan yang terdapat dalam observasi ini antara lain meliputi :
a.Waktu yang tersedia dalam melakukan observasi ini relatif singkat yaitu selama 2 minggu.
b.Sarana yang digunakan meliputi kurang memadai.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA


Dalam rangka memahami masalah yang dirumuskan dalam Bab I, maka perlu penulis jelaskan beberapa teori yang menjadi landasan pijakan berupa kajian pustaka dalam observasi ini.
Hal ini sangat penting karena dalam melakukan observasi dibutuhkan acuan yang sesuai dengan Materi. Kajian pustaka yang dimaksud antara lain :

A. Teori Hippocrates-Galenus
Segolongan ahli berusaha untuk menggolong-golongkan manusia ke dalam tipe-tipe tertentu, karena menurut pendapat mereka cara itulah yang paling efektif untuk mengenalsesama manusia dengan baik. Dari beberapa ahli yang menggolong-golongkan tipe manusia diantaranya ialah Hippocrates. Rumusan Hipocrates yaitu tentang ajaran cairan badaniah yang kemudian menjadi sangat terkenal dan sagat besra pengaruhnya terhadap ahli-ahli yang lebih kemudian.
1. Pendapat Hippocrates (460-370 s.m.)
Menurutnya, alam semesta beserta isinya tersusun atas empat unsur dengan sifat-sifat yang didukungnya yaitu:
•Tanah : Sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning)
•Air : Sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam)
•Udara : Sifat dingin terdapat dalam phlegma (lendir)
•Api : Sifat panas terdapat dalam sanguis (darah)
Cairan-cairan tersebut ada di dalam tubuh dengan jumlah perbandingan tertentu. Di dalam kenyataannya adanya cairan-cairan tersebut dalam tubuh banyak menyimpang dari perbandingan yang seharusnya itu (yang normal), sehingga mengakibatkan adanya kelainan-kelainan.
2. Pendapat Galenus
Galenus hanya menyempurnakan dari ajaran yang dibuat oleh Hippocrates. Galenus berpendapat bahwa ”jika suatu cairan adanya dalam tubuh itu melebihi prosposisi yang seharusnya (jadi:dominant) maka akan mengakibatkan adanya sifat kejiwaan yang khas. Sifat-sifat yang khas itulah kemudian disebut dengan tempramen.

B. Ciri Khas Sifat dari Keempat Tipe Kepribadian menurut Teori Hippocrates-Galenus
1. Sanguinis
•Suasana perasannya selalu penuh harapan, segala sesuatu pada suatu waktu dipandangnya penting, tetapi sebentar kemudian tidak dipikirkannya lagi. Sangunicus sering membuat janji sesuatu teteapi jarang menepatinya, karena apa yang menjanjikan itu tak dipikirkannya secara mendalam apakah dia dapat memenuhiinya atau tidak
•Senang menolong orang lain, tetapi tidak dapat dipakai sebagai sandaran.
•Dalam pergaulan peramah dan periang
•Umumnya bukan penakut, tetapi kalau bersalah sukar bertaubat; dia menyesal, tetapi sesal itu lekas lenyap.
•Lekas bosan jika dihadapkan dengan suatu persoalan yang rumit, tetapi jika hanya untuk bersenang-senang atau hanya bermain saja tidak ada jemu-jemunya.
2. Melancholis
•Semua hal yang bersangkutan dengan dirinya dipandangnya penting, dna selalu disertai dengan kebimbangan
•Perhatiannya tertuju kepada segi kesukaran-kesukaran dalam hidupnya
•Tidak mudah membuat janji, karena dia akan selalu berusaha untuk menepati janji yang telah dibuatnya; karena janji itu sangat merisaukan jiwanya; hal ini juga menyebabkan dia kurang percaya diri dan tidak mudah menerima keramahtamahan orang lain.
3. Choleris
•Lekas terbakar tetapi juga lekas padam, tanpa membenci
•Tindakan-tindakannya cepat tetapi tidak constant.
•Selalu sibuk, tetapi dalam kesibukannya itu dia lebih suka memerintah daripada mengerjakan sendiri
•Nafsunya yang pertama ialah mengejar kehormatan; suka sibuk dimata orang banyak; suka dipuji secara terang-terangan.
•Suka pada sikap semu dan formal
•Suka bermurah hati dan melindungi, tetapi hal ini dia lakukan bukan karena dia sayang orang lian, melainkan karena sayang kepada diri sendiri, sebab dengan berbuat demikian itu dia akan mendapat penghargaan.
•Dalam berpakaian selalu cermat dan rapi, karena dengan demikian itu dia nampak lebih cendekia daripada yang sebenarnya.
4. Phlegmatis
Phlegma sebagai kelemahan, ialah kecenderungan ke arah ketidakpekaan; alasan yang kuat tidak cukup untuk merangsangnya untuk bertindak; ketidakpekaan ini menyebabkan adanya kecenderungan ke arah kejemuan dan mengantuk. Phlegma sebagai kekuatan sebaliknya, merupakan sifat yang tidak mudah bergerak tetapi kalau sudah bergerak lalu tahan lama. Sifat-sifat khas golongan ini ialah:
•Lambat menjadi panas, tetapi panasnya itu tahan lama
•Tidak mudah marah
•Darah yang dingin itu tak pernah dirisaukannya
•Cocok untuk tugas-tugas ilmiah

BAB III
METODE PENELITIAN


A. Metode-metode dalam Psikologi
a. Metode Penelitian
Dalam semua penelitian, peneliti sebaiknya menggunakan sampel yang representatif., sekumpulan orang yang mempunyai komposisi karakteristik populasi yang ingin diteliti. Tetapi dalam prakteknya masih banyak juga yang masih sering menggunakan sampel yang mudah yang biasanya dipakai. Dalam bermacam topik penelitian, konsekuensi yang harus dihadapi mungkin kecil, akan tetapi dalam kasus-kasus lainnya, kesimpulan mengenai ”orang secara umum” haruslah diambil dengan hati-hati.
Tokoh detektif Hercule Poirot karya Agatha Christie senantias membanggakan keberhasilannya. Yang ia tekankan adalah penggunaan sel-sel kelabu (pikiran) dan untuk itu diperlukan metode. Demikian juga dengan psikologi. Selayaknya ilmu pengetahuan, terdapat metode-metode dalam penelitiannya sehingga dapat diterapkan pada kehidupannya.
b. Jenis - jenis Metode
Menurut Sarlito W. Sarwono, (2009) berikut ini merupakan beberapa metode dalam psikologi:
1.Metode Eksperimental
2.Observasi ilmiah.
3.Sejarah kehidupan.
4.Wawancara.
5.Angket.
6.Pemeriksaan Psikologis
Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasi ilmiah berdasarkan pengamatan terhadap situasi yang sudah ada, situasi yang sesuai secara spontan (tidak terstruktur) (Turner dan Helms, 1995), tidak dibuat-buat dan karenanya dapat disebut situasi yang sesuai dengan kehendak alam, yang alamiah. Hasil penelitian ini kemudian dicatat dengan teliti untuk kemudian diambil kesimpulan-kesimpulan umum maupun khusus (individual) (Bachtiar,1977).
Dalam metode observasi ilmiah ini perlu diingat bahwa kita harus menjauhkan sebanyak mungkin kepentingan-kepentingan dan minat-minat pribadi kita agar kita dapat membuat kesimpulan-kesimpulan seobjektif mungkin. Adapun hasil pengamatan dituangkan ke dalam catatan-catatan yang detail sehingga menghasilkan data dengan analisis yang tajam. Untuk itu ada baiknya dilakukan perbandingan dengan catatan pengamatan orang lain (Bachtiar,1977).

B. Lokasi Penelitian
Lokasi dalam pengertian ini adalah “lokasi situasi sosial”, terdiri dari tempat, pelaku, dan kegiatan (Nasution S. 1992). Dengan demikian yang dimaksud lokasi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Dari aspek " tempat ", ialah lokasi dimana proses penelitian berlangsung yaitu : Kelas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo.
2. Dari aspek " pelaku ", ialah ke-empat observant, yang terdiri dari Jannatul Hurin Nisa’(Nisa), Ray Baitur Rahmah(Rara), Siddik, Linda Maya Putri(Linda).
3. Dari aspek " kegiatan ", ialah proses penelitian "tipe kepribadian manusia", Psikologi Kepribadian dengan menggunakan metode Observasi, di Kelas Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo, yang dilakukan oleh peneliti dalam pergaulan sehari-hari.

C. Sumber Data
Sumber data yaitu berupa subyek penelitian yang dapat memberikan informasi yang dapat membantu perluasan teori (Bog dan Biklen,1990). Sumber data dalam penelitian ini adalah teman sekelas peneliti, dalam pergaulan sehari-hari saat kuliah, dengan metode Observasi.

D. Prosedur Pengumpulan Data
Dalam pergaulan sehari-harinya peneliti mengamati baik dari tingkah laku, gaya bahasa, kebiasaan maupun dari semangat individu tersebut untuk mengenali sifat tertentu dari observant. Dari pengamatan tersebut, peneliti dapat menentukan tipe kepribadian tiap individu.

E. Analisis Data
Data yang didapat oleh peneliti lalu diolah, dipilah-pilah, sehingga data tersebut dapat mencerminkan sifat observant. Begitu peneliti tahu sifat umum observantnya, peneliti dapat menentukan tipe kepribadian mana yang dimilikinya. Misal : Jika sifat umum individu tersebut dominan tidak cenderung pesimis (optimis), mudah sekali untuk emosi, daya juang tinggi, keras, hatinya mudah panas, besar semangat maka sifat yang ia miliki lebih ke arah tipe Kholeris.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar