Kamis, 27 Januari 2011

BEHAVIORISME

Refleksiologi Rusia dan Dominasinya di Uni Soviet
Tokoh-tokoh:
Ivan Mikhailovich Sechenov
Pada tahun 1863, Sechenov mempublikasikan Reflexes of the Brain, berisi hipotesisnya bahwa semua aktivitas, termasuk proses-proses yang tampak rumit seperti berpikir dan bahasa, dapat direduksi menjadi refleks-refleks. Sechenov yakin bahwa semua aktivitas intelektual, serta aktivitas motorik, melibatkan stimulasi eksternal. Dia mereduksi respon-respon psikis dan fisiologis menjadi refleks-refleks sehingga ide-ide menjadi asosiasi refleks-refleks yang dimediasi oleh sistem saraf pusat. Dengan demikian, pendiri pendiri fisiologi Rusia modern mengartikan refleksologi sebagai interpretasi monistik aktivitas manusia, yang menyamakan proses-proses saraf yang esensial. Sechenov memulai tradisi eksperimental untuk mengupayakan validasi atas pandangannya tentang refleksologi.
Vladimir Mikhcilovich Bekhterev
proses psikologis dan fisiologis melibatkan energi saraf yang sama, dan refleks-refleks yang dapat diamati, baik bersifat bawaan maupun dipelajari, diatur oleh hubungan yang dilandasi hukum tertentu dengan stimulasi internal dan eksternal.
Ivan Petrovich Pavlov
Pavlov menemukan prinsip-prinsip penting pengkondisian asosiatif—dan hal inilah yang dikenang darinya hingga saat ini. Pavlov menciptakan suatu alat yang ditanam dalam pipi anjing yang menjadi subjeknya yang mengumpulkan air liur sebagai pengukuran proses-proses pencernaan yang diteliti. Dalam eksperimennya, Pavlov mencermati bahwa subyek berulang kali berliur menjelang diberi makanan, yang ditunjukkan dengan mendekatnya seorang eksperimenter yang membawa piring makanan.
Keneksionisme Amerika: Thorndike
Thorndike meneliti strategi pemecahan masalah dengan berbagai spesies, dengan menggunakan kotak-kotak teka-teki, dengan bermacam ruang dirancang untuk memberikan hadiah respon-respon spesifik. Ada dua perbedaan antara pandangan Thorndike dengang Pavlov; Pertama: situasi pembelajaran berada di bawah kontrol subyek dalam prosedur Torndike—yaitu subyek harus memberikan suatu respon sebelum menerima hadiah. Kedua: Thorndike memiliki Hukum Efek atau pengaruh penguatan—yang mana memerlukan pemahaman subyek terhadap subyek terhadap konsekuensi peristiwa yang menguatkan.
Behaviorisme Watsonian
Pandangan-pandangan Watson berpusat pada premis bahwa wilayah psikologi adalah perilaku, yang diukur sebagai stimulus dan respon, sejalan dengan itu, psikologi berurusan dengan elemen-elemen periferal stimulus dan respon yang menggerakkan makhluk hidup. Setiap respon ditentukan oleh stimulus, sehingga perilaku dapat dianalisis secara lengkap melului hubungan kausal antara elemen-elemen stimulus dan respon. Watson tidak mengabaikan kemungkinan eksistensi kondisi mental sentral—seperti kesadaran—namun meyakini bahwa karena kondisi sentral semacam itu bersifat nonfisik dan tidak dapat dipelajari secara ilmiah, yang mana hal tsb merupakan masalah semu psikologi.
Para Behavioris Awal di Amerika
Tokoh-tokoh:
Edwin B Holt
Edwin B Holt memiliki kontribusi yang besar bagi Behariorisme, yakni dia memasukkan konsep tujuan atau motivasi dalam perilaku sehingga terbentuk sistem yang lebih lengkap. Holt menilik pada model-model psikologi lainnya yang menekankan prinsip-prinsip motivasional, seperti psikodinamika Freudian dan teori-teori dorongan instingual, untuk mengkaji bagaimana pandangan-pandangan tsb dapat memberikan konteks yang lebih holistik bagi behaviorisme.
Albert P Weiss
Weiss menyimpulkan bahwa psikologi paling baik dipahami sebagai suatu interaksi biososial; yakni semua variabel psikologis dapat direduksi menjadi level-level fisikokimiawi atau sosial.
Walter S Hunter
Beberapa tugas behavioral yang dikembangkan dari penelitian eksperimentalnya, seperti respon tertunda dan perilaku alternasi ganda, diasumsikan mewakili pemecahan masalah tingkat tinggi dan tetap digunakan hingga kini.
Perluasan refleksologi
Sejak berakhirnya Perang Dunia II, refleksologi Rusia telah bergerak jauh melampau studi tentang asosiasi terkondisi. Seorang tokoh bernama L.S Vygotsky mengusulkan penerapan penuh tekhnologi ilmiah untuk lebih memperbaiki individu dan masyarakat, oleh karena itu Vygotsky memperluas refleksiologi Pavlov ke fungsi-fungsi mental yang lebih tinggi. Berbagai studi tentang neurofisiologi pengkondisian terus berlanjut di Rusia. Fokus utama refleksiologi kontemporer di Rusia adalah tema berkelanjutan tentang basis tunggal dan materialistik peristiwa psikologis. Fisikalisme semacam itu, yang sangat bertentangan dengan struktur idealistik atau mentalis, tercermin dalam penekanan pada pengukuran mekanisme saraf, terutama melalui pencatatan elektrofisiologis.
Para Behavioris Amerika
Tokoh-tokoh:
Guthrie; Teori Kontinguitas
Kunci teori asosiasitik Guthrie terletak dalam prinsip tunggal bahwa kontinguitas merupakan fondasi pembelajaran. Dia berpendapat bahwa pembelajaran adalah suatu pola atau rantai gerakan-gerakan yang terpisah yang ditimbulkan oleh sinyal-sinyal stimulus lingkungan dan internal.
Clark L Hull; Teori Hipotetikodeduktif
Sebagai seorang behavioris, Hull memusatkan pandangan-pandangan psikologinya pada pembentukan kebiasaan, suatu akumulasi pengalaman untuk adaptasi yang efektif. Memahami pentingnya observasi dan eksperimentasi, ia mendukung struktur hipotetikodeduktif untuk memandu penelitian. Dalam strategi ini, ia mengikuti pendekatan geometri Euclidian, suatu prinsip atau formulasi perilaku pertama-tama dideduksi dari teori dan kemudian diuji secara cermat. Pada intinya, teori pembelajaran Hull berpusat pada pentingnya penguatan, yang diartikan sebagai reduksi dorongan yang timbul dari kondisi motivasional.
Tolman; Behaviorisme Kognitif
Tolman menggunakan konsep isomorfisme mental untuk menggambarkan produk sentral opembelajaran sebagai akuisisi peta lapangan yang terdapat dalam otak sebagai cerminan kognitif lingkungan yang dipelajari. Dalam eksperimennya; pembelajaran jalan berliku (maze) pada tikus, ia menggambarkan akuisisi pembelajaran tempat, menyimpulkan terjadinya akuisisi hubungan atau peta kognitif pada subyek. Sama dengan itu, ia mendemonstrasikan ekspektansi terhadap penguatan pada tikus yang terlatih untuk memperoleh satu jenis hadiah kemudian beralih pada makanan yang lebih menarik. Terakhir, ia menunjukkan bahwa pembelajaran laten terjadi pada tikus, mengindikasikan bahwa kualitas penguatan dapat menghasilkan efek yang berbeda pada tingkat-tingkat kinerja. Dalam semua eksperimen tsb Tolman menggunakan penjelasan kognitif sebagai variabel-variabel antara untuk menunjukkan bahwa perilaku pada organisme diatur oleh proses-proses mediasi sentral yang lebih dari sekedar input lingkungan.
Skinner; Positivisme Radikal
Skinner menggunakan data eksperimentalnya untuk mengajukan pendapat bahwa perilaku adalah sesuatu yang dikontrol, dan peran utama psikolog adalah menentukan parameter-parameter kontrol yang efektif bagi implikasi-implikasi sosial yang sesuai.

1 komentar:

  1. Strange "water hack" burns 2lbs overnight

    Over 160 000 men and women are utilizing a simple and secret "liquid hack" to burn 2lbs each and every night as they sleep.

    It's painless and works every time.

    Here's how you can do it yourself:

    1) Hold a clear glass and fill it with water half the way

    2) And now do this crazy hack

    you'll be 2lbs thinner the next day!

    BalasHapus